Loading
Tampilkan postingan dengan label Jaringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jaringan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 April 2011

Memasang Kabel Crossover UTP CAT5 Sendiri

Tutorial ini pas untuk Anda yang sedang membuat jaringan komputer rumah Skala Kecil ( PC to PC ) yang ‘MURAH’. To the point! Apa sih kabel UTP itu? Untuk menyegarkan ingatan tentang tipe kabel UTP, silakan klik di sini.

Bahan yang dibutuhkan:

1. Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair). Kabel UTP yang biasa dipakai adalah kabel UTP categori 5 (UTP Cat 5). Kenapa? Karena kabel UTP Cat-5 support transfer data hingga 100 Mbps. Kabel ini terdiri atas 8 kecil yang mempunyai warna berbeda-beda. Warna kabel tersebut adalah Orange, Orange Putih, Biru, Biru Putih, Hijau, Hijau Putih, Coklat, dan Coklat Putih.

2. Jack RJ-45. Jack ini mirip dengan jack telepon rumah. Cuma ukurannya yang lebih besar. Jack RJ-45 terdiri dari 8 pin, sesuai dengan jumlah kabel UTP.

3. Crimping Tools atau Tang Crimping. Crimping tool ini berguna untuk menjepitkan kabel pada Jack RJ-45.

Berikutnya, mengenai tipe koneksi kabel UTP, kita akan dihadapkan pada dua jenis koneksi
yang paling sering digunakan yakni Kabel Straight dan Kabel Cross. Ulasan tentang kabel Straight bisa Anda temukan di sini.Dalam posting ini, saya akan fokus pada penggunaan tipe kabel Cross. Kita akan bersimulasi menghubungkan dua komputer tanpa perlu menggunakan hub atau switch.

Kenapa kita memerlukan kabel Cross-over?

tipe cross itu digunakan untuk koneksi peer to peer antara perangkat yang sejenis. Contohnya dari komputer ke komputer, dari komputer ke router, dari switch ke switch dsb.

Saat kita mengirim atau menerima data antara dua perangkat komputer, satu komputer akan berperan sebagai pengirin sementara yang lain sebagai penerima. Semua ini dilakukan melalui kabel jaringan yang terdiri dari beberapa pasang kabel. Beberapa kabel ini digunakan untuk mengirim data, sedangkan yang lain digunakan untuk menerima data. Pada dasarnya kita perlu menghubungkan jalur TX (trasmit) dari satu ujung ke RX (receive). Jika ada hub, proses penghubungan jalur TX dengan RX ini telah diselesaikan oleh hardware hub. Berhubung kita saat ini tidak membahas jaringan dengan hub, koneksi harus bisa diselesaikan dengan menggunakan kabel.

langsung saja ya saya bahas Biar artikelnya ga kepanjangan. Seperti dijelaskan sebelumnya, sebuah kabel Cross menghubungkan titik TX komputer satu ke RX komputer yang lain dan sebaliknya.

Silakan perhatikan urutan pin Cross kabel CAT5 berikut ini:



Seperti yang Anda lihat, hanya 4 pin diperlukan untuk koneksi kabel cross-over. Bila Anda membeli kabel Cross yang sudah jadi, Anda mungkin menemukan bahwa kedelapan pin digunakan. Kabel ini sama saja dengan yang ditampilkan di atas, beberapa pin sengaja dipasang meskipun tidak digunakan.
Hal ini tidak akan berakibat apa-apa, hanya agar kabel tampak lebih rapi.

Berikut adalah urutan pin kabel cross-over dengan posisi semua pasang kabel tetap dihubungkan (meski tidak digunakan):


Hanya pin 1, 2, 3 dan 6 yang digunakan dalam kabel cross CAT-5. Pasangan pertama adalah pin 1, 2 dan pasangan kedua adalah pin 3, 6. pin 4, 5, 7 dan 8 tidak digunakan tapi tetap harus terhubung.

Di mana lagi kabel Cross-over diperlukan?

Jika Anda memiliki dua hub dan Anda harus menghubungkan keduanya, Anda bisa menggunakan port uplink yang secara khusus ketika diaktifkan akan mem-by pass proses cross Tx dan RX sehingga seakan-akan kita tetap menggunakan kabel Straight. lalu bagaimana jika tidak ada uplink port atau ada tapi sudah dipakai?

Kabel cross akan memecahkan masalah Anda dan menghubungkan kedua hub dengan baik. Perhatikan ilustrasi berikut untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas:



Seperti yang dapat Anda lihat dalam ilustrasi di atas, berkat adanya uplink port, Anda tidak memerlukan kabel Cross.

Mari sekarang kita lihat bagaimana jika kita tidak memiliki sisa port uplink. Dalam hal ini kita harus membuat sebuah kabel cross-over untuk menghubungkan kedua hub:



Saya juga sudah siapkan ilustrasi yang membandingkan kabel Cross dengan kabel Straight di bawah ini:


Langkah Kerja :

1. Kelupas bagian luar kabel UTP sepanjang kira-kira 2 cm dengan menggunakan pisau tang krimping sehingga nampak bagian dalam kabel yang berjumlah sebanyak 8 buah,

2. Urutkan dan rapikan kabel sesuai dengan warna pada gambar diatas

3. Potong rapi ujung kabel secara bersamaan sedemikian sehigga ujungnya berjajar dengan rata

4. Masukkan ujung kabel UTP tadi ke dalam konektor RJ-45. Pastikan urutannya benar sesuai dengan jalur-jalur yang sudah disediakan di dalam konektor tadi. Dan pastikan ujung masing-masing kabel sudah mentok di bagian dalam konektor RJ-45

5. Masukkan konektor RJ-45 yang sudah terpasangi kabel UTP tadi ke salah satu mulut tang crimping yang memiliki bentuk dan ukuran cocok dengan konektor RJ-45. Tekan dengan kuat sehingga Penekanan ini akan membuat pin-pin yang ada di ujung konektor menancap di masing-masing kabel.


Nanti jika dites menggunakan LAN tester, maka nantinya led 1, 2, 3 dan 6 akan saling bertukar. Kalau tipe straight menyalanya urutan, sedangkan tipe cross ada yang lompat-lompat. Tapi yang pasti harus menyalasemua setiap led dari nomor 1 sampai 8.

OK, selamat membangun jaringan komputer anda, Semoga bermanfaat.


/span>

Setting Kabel UTP dengan Mode Straight

Kali ini kita akan langsung fokus pada kabel CAT5 karena tipe kabel ini paling populer saat ini.

Bagi yang pengen belajar jaringan, sangat penting bagi Anda untuk tahu bagaimana sebenarnya cara tepat untuk membuat koneksi
kabel UTP karena inilah bagian dasar jaringan yang akan membantu anda menghindari kesalahan instalasi kabel. Di sisi lain, jika Anda dihadapkan pada jaringan dengan kabel yang buruk, maka Anda dapat memperbaikinya sehingga lebih efisien.

Mengetahui setting kabel UTP

Mari kita lihat bagaimana UTP kabel dibuat.
Ada 2 skema kabel populer yang kebanyakan digunakan saat ini, yakni: T-568A (juga disebut “EIA”) dan T-568B . Satu hal yang membedakan kedua skema ini adalah kode warna pasangan 2 dan 3 akan diposisikan silang. Keduanya bekerja dengan baik, selama Anda tidak mencampuradukkan aturan masing-masing.

Ujung kabel UTP Dipasangkan konektor RJ-45 dengan bantuan Crimping Tool.
sebenarnya istilah RJ-45 tersebut ditujukan untuk konektor 8 pin yang dipasangi pinout USOC untuk telepon. Konektor pada ujung kabel disebut sebagai “plug” dan tempat stopkontak/tempat menancapkan plut disebut sebagai “jack.”


Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, UTP memiliki 4 pasang kabel yang dibuat saling melilit. sekarang mari kita lihat pasangan kabel terbut untuk melihat kode warna yang mereka miliki:

Seperti yang dapat Anda lihat pada gambar di sebelah kiri, 4 pasangan yang berlabel.
Pasangan 2 dan 3 biasa digunakan untuk jaringan 10/100Mbit, sedangkan pasangan 1 dan 4 are tidak dipakai. Dalam Gigabit Ethernet, keempat pasangan ini digunakan.

Ethernet umumnya menggunakan jalur 8-kabel konduktor dengan plug dan jack 8-pin. Konektor standar disebut “RJ-45″ mirip seperti konektor RJ-11 standar telepon, cuma agak sedikit lebih lebar karena memuat pin yang lebih banyak.

Catatan: Perlu diketahui bahwa skema pengkabelan yang akan kita bicarakan di sini adalah tentang kabel straight. Setting Kabel Cross dibahas di halaman yang berbeda. Temukan ulasan tersebut di sini.

Kedelapan-kabel konduktor data berisi 4 pasang kawat. Setiap pasang terdiri dari satu kabel dengan warna penuh dan satu kabel strip putih dari corak warna yang sama. kedua kabel dililitkan bersama. Untuk menjaga ketahanan Ethernet, Anda tidak perlu mengupas lebih dari yang dibutuhkan (cukup sekitar 1 cm).

Pasangan yang ditujukan untuk Ethernet 10 dan 100 Mbit adalah Orange dan Hijau. Dua pasangan yang lain, Coklat dan Biru, dapat digunakan untuk jaringan Ethernet kedua atau untuk sambungan telepon.

T-568A dianggap menjadi standar instalasi yang baru, sedangkan T-568B merupakan alternatif yang juga banyak digunakan. Sekedar informasi, perlu diketahui bahwa perlatan yang siap digunakan pada umunya disetting untuk tipe T568B. T568B juga merupakan standar AT&T.

Penempatan pin untuk skema T568B

nomor pin ganjil selalu berwarna strip putih diikuti warna utama (1,3,5,7). Kabel yang dihubungkan ke Konektor RJ-45 dapat Anda lihat pada gambar di bawah ini:



Kode Warna untuk T568B
Warna Pin – nama pasangan
1 putih-orange (pasangan 2) TxData +
2 orange (pasangan 2) …….. TxData –
3 putih-hijau (Pasangan 3) .. RecvData +
4 biru (pasangan 1)
5 putih-biru (pasangan 1)
6 hijau (Pasangan 3) ……….. RecvData -
7 putih-coklat (pasangan 4)
8 coklat (pasangan 4)

Penempatan pin untuk skema T568A

Spesifikasi T568A membalik posisi kabel berwarna orange dan hijau sehingga pasangan 1 dan 2 berada di 4 pin tengah. (Perlu diketahui bahwa dalam konektor RJ-11 di atas, pasangan 1 dan 2 berada di 4 pin tengah) T568A berjalan:



Kode Warna untukT568A
Warna Pin – nama pasangan
1 putih-hijau (Pasangan 3) .. RecvData +
2 hijau (Pasangan 3) ………. RecvData -
3 putih-orange (pasangan 2) TxData +
4 biru (pasangan 1)
5 putih-biru (pasangan 1)
6 jeruk (pasangan 2) ……… TxData –
7 putih-coklat (pasangan 4)
8 coklat (pasangan 4)


Diagram di bawah ini menunjukkan perbandingan antara 568A dan 568B:





Kapan dan dimana tipe kabel ini digunakan?

Penggunaan kabel straight yang paling umum adalah sambungan antara PC dan hub/switch. Dalam hal ini PC terhubung langsung ke hub/switch yang otomatis membuat cross-over secara internal dengan menggunakan sirkuit khusus.




Gambar di atas menunjukkan kepada kita standar CAT5 straight yang biasa digunakan untuk menghubungkan PC ke HUB. Anda mungkin sedikit bingung karena Anda mungkin beranggapan data TX + dari satu sisi untuk tersambung ke TX + di sisi lainnya, namun bukan begitu cara kerjanya.

Bila Anda menghubungkan PC ke HUB, HUB yang akan secara otomatis menyilang kabel Anda dengan sirkuit internal, alhasil Pin 1 dari PC (TX +) dihubungkan ke Pin 1 HUB (yang terhubung ke RX +). Hal ini juga berlaku pada pin yang lain.

Jika tidak HUB tidak menyilang posisi pin melalui sirkuit internal (hal ini terjadi jika Anda menggunakan Uplink port pada hub) maka Pin 1 dari PC (TX +) akan terhubung ke Pin 1 HUB (dalam hal ini TX +). Jadi Anda cermati bahwa tidak peduli apapun yang kita lakukan pada port HUB (uplink atau normal), sinyal ditetapkan pada 8 pin pada PC, akan selalu tetap sama, maka setting pin di HUB yang akan berubah sesuai dengan posisi normal atau uplink.

Bagaimana, cukup jelas bukan?

sebenarnya Tipe ini adalah yang paling gampang dibuat. Kenapa? Soalnya langsung korespondensinya 1-1. Standar urutannya begini (dilihat dari lubang konektor, dari kiri ke kanan – lihat Gambar 4) : 2 oranye – 1 hijau – 2 biru – 1 hijau – 2 coklat . 2 oranye disini maksudnya pasangan oranye muda sama oranye tua dan seterusnya. Tapi tidak usah ikut standar pewarnaan itu juga sebenarnya tidak masalah. Yang penting urutan kabelnya. Misal ujung pertama urutan pin pertamanya oranye muda, maka ujung yang lain urutan pin pertamanya juga harus oranye muda, jadi antar ujung saling nyambung.

Waktu akan memasangnya, potong ujung kabelnya, kemudian susun kabelnya lalu diratakan dengan pisau potong yang ada pada crimp tool. Anda tidak perlu repot harus melepaskan isolasi pada bagian ujung kabel, karena waktu Anda memasukan kabel itu ke konektor lalu ditekan (pressed) dengan menggunakan crimp tool, sebenarnya saat itu pin yang ada di konektor menembus sampai ke dalam kabel. Perhatikan, agar penekannya (pressing) yang keras, soalnya kalau tidak keras kadang pin tersebut tidak tembus ke dalam isolasi kabelnya.

Kalau sudah kemudian Anda test menggunakan LAN tester. Masukkan ujung ujung kabel ke alatnya, kemudian nyalakan, kalau lampu led yang pada LAN tester menyala semua, dari nomor 1 sampai 8 berarti Anda telah sukses. Kalau ada salah satu yang tidak menyala berarti kemungkinan pada pin nomor tersebut ada masalah. Cara paling mudah yaitu Anda tekan (press) lagi menggunakan tang. Kemungkinan pinnya belum tembus. Kalau sudah Anda tekan tetapi masih tidak nyambung, maka coba periksa korespondensinya antar pin udah 1-1 atau belum. Kalau ternyata sudah benar dan masih gagal, berarti memang Anda belum beruntung. Ulangi lagi sampai berhasil.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Mengenal Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)

Bagi yang pengen belajar tentang jaringan terutama ingin mendapatkan panduan tentang Kabel UTP, silakan baca tulisan berikut ini. Saya berusaha menyajikan tulisan ini dengan bahasa saya sendiri agar lebih bisa dipahami daripada teks berbahasa Inggeris yang bagi sebagian orang justru membingungkan. Paling tidak tulisan ini bisa dijadikan panduan jarak jauh seorang teman saya yang membutuhkan informasi tentang kabel jaringan. Betul?

Sebelumnya saya perlu sampaikan sekali lagi bahwa catatan ini bersifat umum dan ditujukan untuk memberikan petunjuk sederhana yang lebih mudah dipahami tentang teknologi kabel jaringan atau yang sering disebut kabel UTP(Unshielded Twisted Pair). Ulasan ini tidak bersifat mutlak dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan panduan teknis, modul pelatihan atau bahan kuliah. Jika Anda merasa tidak familiar dan nyaman dengan istilah, konversi bahasa dan apapun yang saya pakai di sini silakan konsultasikan dengan praktisi atau profesional yang Anda kenal dan Anda anggap lebih mumpuni.

Jenis Kabel UTP

evolusi-kabel-networkAda berbagai jenis standar kabel UTP yang digunakan secara luas untuk audio dan komunikasi data. UTP dikelompokkan dengan istilah “Category” dan oleh karena itu nama tipe UTP diawali dengan CAT (diambil dari kata “Category“). Semakin tinggi kategori, semakin rapat lilitan ke-delapan pasang kabel yang ada dalam isolator kabel UTP. Semakin rapat lilitan kabel ini, berarti semakin tinggi bandwidth efektif dan kapasitas output yang dapat dicapai. Semakin tinggi Kategori juga berarti semakin jauh pula jangkauan sinyal yang bisa disalurkan oleh kabel serta semakin kecil resiko hilangnya sinyal.

Jaringan kabel data, baik analog maupun digital, dapat dianalogikan persis seperti jalur pipa PDAM sebagai jaringan penyalur air. Logikanya semakin besar volume air yang akan disalurkan, semakin besar pipa yang harus disediakan. Karena kita semua paham bahwa secara teori, pipa besar dapat menyalurkan volume air yang besar pula.

Namun ada satu lagi pemahaman penting yang menarik untuk dicermati. Dalam jaringan data, jika ada satu titik saja dalam sirkuit atau network karena suatu hal menjadi lambat, maka biasanya keseluruhan sirkuit atau network tersebut akan terpengaruh. Dalam contoh analogi saluran air, jika Anda memiliki pipa berukuran 4″ yang menyalurkan air dari satu titik ke titik lain, air akan mengalir dengan stabil dalam jarak yang jauh.

Namun jika air mengalir beberapa meter melalui pipa berukuran 4″, kemudian ada bagian kecil yang dipersempit menjadi berukuran 1″ maka otomatis output air yang diterima oleh ujung yang lain dari pipa hanyalah sebesar volume air yang dapat melewati pipa 1″, bahkan setelah selanjutnya diperbesar kembali menjadi 4″. Dengan juga halnya dalam jaringan. Jika Anda memiliki jaringan yang dirancang untuk mentransfer data dengan kecepatan 100Mbps namun Anda melakukan kesalahan kecil dengan memilih kabel yang tidak tepat, memotong kabel dengan keliru, atau membuat konektor dengan kualitas rendah maka keseluruhan jaringan akan menjadi lambat. Penurunan kecepatan ini terkunci pada kecepatan titik terendah dari keseluruhan koneksi jaringan. Dalam dunia hardware kondisi ini sering disebut sebagai bottle-neck.

Terus bagaimana cara memilih kabel yang tepat? Silakan cermati kategori Kabel UTP yang banyak beredar berikut ini:

CAT3

Kabel kategori 3 adalah kabel standar yang digunakan dalam industri telekomunikasi. Selama beberapa tahun belakangan tipe kabel ini masih digunakan secara luas di seluruh industri telekomunikasi. Kabel tipe ini bisa membawa data dengan kecepatan lebih dari 10Mbps. Untuk kepentingan transfer data dalam sirkuit audio atau transfer data kecepatan rendah biasanya cukup digunakan tipe kabel CAT3.

Kategori kabel ini banyak diminati karena relatif murah dan tersedia dalam berbagai pilihan dari segi jumlah isi inti kabel dalam 1 unit kabel UTP. Ada beberapa pilihan kabel yang dapat dipilih sesuai kebutuhan. Ada yang berisi 2-pasang, 4-pasang, 6-pasang, 16-pasang, 25-pasang bahkan lebih. Konduktor dalam kabel ini terdiri dari beberapa kawat yang dililit berpasangan dengan isolator kabel yang dilengkapi dengan kode warna. Kode warna dari pasangan kabel yang ada pada CAT3 dimulai dengan “putih/biru” sebagai pasangan pertama
dan dilanjutkan dengan urutan kode warna grafik sesuai jumlah pasangan kabel.

CAT5

Kabel kategori 5 dipilih menjadi standar kabel UTP semenjak pertama kali kabel UTP populer dan digunakan untuk aplikasi komunikasi jaringan/data. Kabel CAT5 biasanya terdiri dari empat pasang kabel. Kabel ini diperuntukkan bagi aplikasi data hingga 100MHz. Tapi, meski kabel data UTP umumnya dinamakan “kabel CAT5″, Jangan keliru antara CAT5 dengan CAT5E. Kabel CAT5 sangat identik dengan kabel CAT5E kecuali bahwa kabel CAT5E memiliki standar keseragaman dan kerapatan lilitan pasangan kabel yang lebih tinggi.

CAT5E

Kabel Kategori 5E adalah standar industri baru untuk instalasi kabel data UTP. Kabel ini biasanya juga terdiri dari empat pasang kabel. Rating bandwidth kabel CAT5E adalah 100Mbps, namun bandwith maksimalnya bisa mencapai 1000Mbps jika diinstall dengan standar kualitas yang ketat. Saat ini CAT5E adalah standar baru untuk semua konstruksi kabel UTP. Oleh karenanya saat ini kabel CAT5E sudah tersedia secara luas dengan kualitas yang lebih tinggi daripada CAT5 dengan harga dasar yang hampir sama seperti CAT5. Bahkan beberapa perusahaan sudah menghentikan penggunaan kabel CAT5 dalam instalasi jaringan mereka.
CAT6

Kabel kategori 6 adalah standar kabel UTP dengan sertifikasi resmi paling tinggi. Kabel ini identik dengan CAT5E namun telah memenuhi standar yang lebih ketat bukan hanya soal kerapatan lilitan tiap pasang kabel namun juga termasuk tingkat penyaluran data, isolator kabel dan pelindung tiap pasang kabel. Dengan lilitan semakin rapat, ditambah semakin baik isolator dan pemisahan tiap pasang kabel maka semakin rendah noise atau berkurangnya sinyal sehingga CAT6 mampu menyalurkan data dengan bandwidth tertinggi di kelasnya. Kabel CAT6 biasanya juga terdiri dari empat pasang kabel tembaga. Jika Anda melakukan instalasi jaringan 1000Mbps atau Gigabit LAN, tak ada pilihan lain, kabel UTP tipe inilah yang harus digunakan.


Plenum Rated Cable

Plenum rating adalah nilai yang diberikan pada kabel dengan lapisan khusus yang jika terbakar akan menghasilkan bahan berbahaya di udara lebih sedikit. Hal ini dimaksudkan pada kondisi buruk saat terjadi kebakaran. Tipe kabel ini biasanya lebih mahal daripada kabel standar “riser”. Oleh karena itu, sebelum memulai instalasi kabel, ada baiknya Anda memeriksa kondisi bangunan untuk menentukan apakah kabel Plenum Rated Cable harus digunakan. Gambar di samping ini merupakan salah satu contoh kabel dengan Plenum Rating.

Koneksi Kabel Cross
Kabel Kategori 3 dengan pasangan tunggal dan 2 pasang kabel tanpa pelindung sudah sangat murah dan dijual dalam berbagai pilihan warna yang variatif.

Kabel ini merupakan standar industri yang dapat digunakan untuk “lintas koneksi” dari satu blok ke blok lain. Kabel tipe ini aman digunakan untuk menghubungkan jalur telekomunikasi antar sirkuit tetapi tidak baik digunakan untuk aplikasi data kecepatan tinggi.

Nah, sudah tahu kan beda Antar Tipe Kabel UTP? Sekarang Anda tinggal pilih tipe kabel mana yang sesuai dengan koneksi jaringan Anda. Pilih tipe kabel dengan bijak dan jangan hanya terpesona dengan iming-iming harga murah. Hasil kerja keras Anda ditentukan sejak saat Anda memilih kabel yang tepat bagi jaringan Anda. Jika sudah Anda putuskan, Anda bisa memulai membuat koneksi Kabel Straight maupun Kabel Cross sesuai kebutuhan Anda.


Tips Maintenance Kabel Jaringan

Berikut ini adalah ulasan singkat tentang standar umum penggunaan kabel jaringan agar berfungsi optimal dan sistem yang Anda bangun bisa berjalan seperti yang diharapkan. Ada beberapa hal mendasar yang perlu dicermati saat melakukan instalasi kabel UTP.

Sebelum memulai instalasi kabel UTP, identifikasikan dulu standar kabel yang diperlukan. Pilih salah satu tipe ,T-568A atau T-568B. Kedua tipe kabel ini memiliki karakteristik yang hampir sama namun berbeda susunan pin dan penggunaannya. Jika Anda merasa perlu silakan simak juga ulasan lengkap tentang kabel UTP di sini.


  • Jika Anda bermaksud menambahkan koneksi pada jaringan yang sudah ada, pertama kali identifikasi standar apa yang telah digunakan dan ikuti standar tersebut.
  • Selalu bekerja dengan cermat dengan mengikuti standar kerja dan keselamatan.
  • Jangan campur tipe kabel T-568A dan T-568B dalam proyek atau jaringan yang sama.
  • Jangan menekuk, menghimpit atau menggulung kabel UTP dengan paksa.
  • Ikuti aturan spesifikasi radius minimal penggulungan kabel dari produsen.
  • Selalu rawat kabel dan konektor dengan baik.
  • Selalu gunakan perangkat yang tepat dan berkualitas saat melakukan krimping kabel kabel UTP.
  • Selalu jaga pasangan kawat tetap terpelintir dengan baik sedekat mungkin dengan ujung blok, jack atau konektor.
  • Jangan gunakan kabel, blok, atau konektor dengan kualitas yang lebih rendah dari kualitas yang disyaratkan untuk sistem.
  • Jangan menempatkan kabel UTP dekat kabel power, lampu neon atau sumber gangguan listrik.
  • Selalu gunakan topologi “star” atau “end-run” dengan mendesain masing-masing titik akhir terhubung kembali ke titik pusat, blok, switch, router, atau lainnya.
  • Jangan pernah membuat “daisy-chain” dengan menghubungkan kabel UTP lebih dari satu titik akhir dalam satu kabel.
  • Jangan menarik kabel UTP secara paksa. sehingga mengendurkan atau bahkan lepas dari konektor.Lepas dengan tepat konektor/jack sebelum melepas kabel dari switch, blok atau slot konektor.

Semoga dengan tips ini jaringan Anda tetap aman dan terjaga..